Saturday, 4 March 2017

Indonesia Domestic Flight by Sriwijaya Air


Orang Indonesia mana yang ga kenal Sriwijaya Air. Melayani rute domestic ke banyak titik di Indonesia. Penjelasan sedikit untuk penerbangan lokal, pilihan kita sebenarnya cukup banyak loh, mulai dari Garuda Indonesia (GA), Lion Air (JT), Citilink (QG), Sriwijaya (SJ), dan yang lagi hits Batik Air (ID). Sebenarnya masih ada yang lainnya, yang melayani rute ke Indonesia bagian Timur, cuma kali ini bicara global aja dulu ya, soalnya saya sendiri belom pernah sampe ke Indonesia Timur sana.

Kalau yang masih full service alias ada meals, Garuda Indonesia juwaranya, lalu ada Sriwijaya Air yang masih menyediakan snack walaupun hanya sepotong roti dan air putih, ditambah Batik Air (next time review Batik Air yah). Kalau Citilink dan Lion Air udah masuk low cost carrier flight, kering sampe air putih pun ga ada, walaupun harganya ga beda jauh sama yang lainnya. Untuk bagasi, penerbangan domestik diperbolehkan membawa 20kg bagasi.
Mungkin temen-temen udah biasa kali yah naik pesawat Sriwijaya Air. Jadi inget, dulu kira-kira 25tahun yang lalu, kl yang namanya naik pesawat tuh udah keren banget, hanya para eksekutif yang bisa bepergian naik pesawat. Beda banget sama jaman sekarang, sekarang harga tiket pesawat sendiri udah affordable alias murahhhh! Bisa nikmatin pemandangan dari atas langit itu sesuatu bangetttzz~ Mari silahkan menikmati indahnya lautan awan dengan langit biru yang cerah.

Februari 2017, karena ada acara travel mart di Surabaya dan kantor saya ikut bergabung, maka terbanglah kita dari Jakarta menuju Surabaya. Sriwijaya Air menjadi pilihan karena pertama, sebisa mungkin menghindari Lion air yang terkenal delay nya ga tanggung-tanggung. Kedua, harganya lebih menjangkau dibanding GA. Ketiga, waktunya sesuai yang diharapkan yakni pagi ya ga kepagian, malem ya ga kemaleman.
Dari segi interior pesawat, standar seperti pesawat umumnya, nothing special. Bangkunya juga standar, dilayani dengan pramugara dan pramugari berwajah lokal (ga ketemu yang bener-bener cantik ayu). Untuk meals, ga bisa komentar apa-apa secara cuma sepotong roti sama air putih toh, masih mending ada drpd makan angin. Hehehe... Setelah pembagian snack, masih sempet jualan aksesoris dan pernak pernik lainnya yang bisa kita lihat di majalah Sriwijaya.
Yang menarik, setiap pesawat Sriwijaya Air memiliki nama sendiri-sendiri. Menarik yahhh, pesawatnya punya nama. Kemarin itu saya naik "kasih". Untuk penerbangan kemarin itu perginya sempat delay 1jam, padahal pesawat pagi kirain ga delay. Tapi kembali ke Jakarta ga pake delay. Dan semua berjalan dengan baik, landing dan depart nya cantik. Bagasi juga keluarnya ga lama. Yang mengecewakan, nunggu shuttle bus nya lamaaaaaa.
Perjalanan kali ini ga ada yang special, cuma ada yang menarik buat saya. Saya dapat wawasan baru mengenai sejarah dan arti mengenai Sriwijaya Air. Wawasan dan pengetahuan ga baik kalau disimpan sendiri, jadi yuuu di share...

Sriwijaya Air berdiri tepat di hari pahlawan, yaitu 10 November 2003. Pendiri Sriwijaya Air ternyata orang keturunan Chinese loh, yakni Lie Bersaudara (Hendry Lie dan Chandra Lie), Johannes Bundjamin, dan Andy Halim. Joko Widodo yang saat ini menjabat sebagai Presiden RI, termasuk salah satu tenaga ahli yang berkecimpung dalam proses kelahiran Sriwijaya Air. Dalam hal pemeliharaan dan perawatan armada, Sriwijaya Air bekerja sama dengan ST Aerospace Singapore, Malaysia Airline System, dan Garuda Maintenance Facility, sehingga terpercaya dan aman.

Dan yang paling menarik, logo Sriwijaya Air itu ternyata design dari bahasa Cina 如意(dibaca Ru Yi), yang artinya tercapai dan berhasil, seperti hal-hal yang diharapkan atau diimpikan. Lekukan hati yang berarti rasa cinta terhadap perusahaan. Selain itu dari logonya terdiri dari warna putih (karyawan yang harus berhati bersih), biru (harapan dapat terbang keseluruh pelosok Indonesia, negara maritin) dan merah (pemimpin dan karyawan harus berani dan bijak dalam mengambil keputusan).

Damn Cool! Even Scary... LoL
Sekilas tentang Sriwijaya (eitsss pemilihan nama Sriwijaya sendiri adalah visi dan misi perusahaan agar dapat menjadi perusahaan yang besar dan terkenal layaknya kerajaan Sriwijaya di Indonesia), saya sendiri cukup puas kok naik Sriwijaya Air dari Jakarta menuju Surabaya, nothing to complain except the long wait of shuttle bus. Kalau untuk pesawat delay, it happens sometimes, yang terpenting safety first, maybe karena cuaca buruk kan mau ga mau musti nunggu, at least jgn keterlaluan delay tanpa alasan yang jelas. Semoga pelayanan dan perawatan tetap dijaga mutu dan kualitasnya.

1 comment:

  1. Terima kasih sudah mengenalkan Sriwijaya Air...

    ReplyDelete